Sistem Pembukuan Akuntansi

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Persoalan keuangan merupakan hal yang sangat sensitif bagi setiap lembaga publik. Jika hal tersebut dikelola secara baik, dan menggunakan prinsip-prinsip keterbukakaan, bertanggung jawab, maka hal tersebut akan memberikan suasana yang lebih kondusif dan bisa menjadi media untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Dengan adanya kepercayaan dari masyarakat maka secara otomatis dukungan masyarakat terhadap sekolah akan semakin meningkat.
Kemampuan pembukuan dibutuhkan oleh Bendaharawan dan Komite Sekolah. Kemampuan ini dibutuhkan agar Bendaharawan dapat menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain, selain itu Komite Sekolah juga dapat membantu sekolah dalam mempertanggungjawabkan dana-dana yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten/kota maupun sumber-sumber lain, misalnya yang berasal dari masyarakat, orang tua murid maupun sumbangan dari dunia usaha dan industri.
Pelaporan keuangan akan sangat membantu dalam memberikan pertimbangan dan memantau kinerja keuangan sekolah (RAPBS). Dalam makalah ini akan dipaparkan apa dan bagaimana pembukan serta apa dan bagaimana pelaporan keuangan sekolah.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem pembukuan akuntansi?
2. Apa tujuan sistem akuntansi?
3. Apa laporan keuangan?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui sistem pembukuan yang digunakan selama ini
2. Mengerti apa tujuan dari sistem akuntansi
3. Mengerti laporan keuangan

PEMBAHASAN
A. Sistem Pembukuan Akuntansi
Terdapat dua sistem pembukuan akuntansi yang telah digunakan selama ini, yaitu :
1. Sistem pembukuan tunggal (single entry)

Sistem pembukuan tunggal (tata buku) adalah sistem pencatatan akuntansi yang dalam hal ini setiap kejadian transaksi akuntansi hanya dicatat satu kali.
2. Sistem pembukuan berpasangan (double entry)
sistem pembukuan berpasangan setiap transaksi akuntansi akan dicatat dua kali. Artinya pada setiap transaksi terdapat dua rekening (akun) yang akan dipengaruhi. Dalam sistem pembukuan berpasangan dikenal istilah debit dan kredit. Setiap rekening yang yang didebit diikuti dengan rekening lain yang dikredit, demikian pula sebaliknya. Jumlah sisi debit dan kredit harus sama, jika tidak maka pencatatannya menjadi salah, neraca yang dihasilkan menjadi tidak seimbang antara sisi aset/aktiva dan pasivanya.
Contoh : Pembelian AsetPada tanggal 1 November 2009 terjadi transaksi di sekolah berupa pembelian laptop sebanyak 10 unit dengan harga per unitnya Rp 70.000.000. Pembelian tersebut akan dilakukan secara tunai.
Jika sekolah menggunakan sistem pembukuan tunggal akan dicatat sebagai berikut :
BUKU KAS
Tgl. Keterangan Pemasukan Pengeluaran Saldo
1/1 09 Saldo awal kas 100.000.000
11/1 09 Pembelian laptop 10 unit 70.000.000 30.000.000

Jika sekolah menggunakan sistem pembukuan berpasangan akan dicatat sebagai berikut :
BUKU JURNAL
Tgl. Kode
Rekening Nama Rekening Debit Kredit
10/1 09 Aset Tetap – Laptop 70.000.000
K a s 70.000.000

B. Tujuan Sistem Akuntansi
Pengimplemensaian sistem akuntansi sekolah bertujuan untuk :
1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas
2. Mendukung operasi rutin harian
3. Meningkatkan kualitas laporan keuangan
4. Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan
5. Melindungi aset sekolah
C. Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:

“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”

Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen.

Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi.
Laporan keuangan terdiri dari:
1. Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.
2. Perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu.
3. Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.
4. Catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.

Laporan keuangan diharapkan disajikan secara layak, jelas, dan lengkap, yang mengungkapkan kenyataan-kenyataan ekonomi mengenai eksistensi dan operasi perusahaan tersebut. Dalam menyusun laporan keuangan, akuntansi dihadapkan dengan kemungkinan bahaya penyimpangan (bias), salah penafsiran dan ketidaktepatan. Untuk meminimkan bahaya ini, profesi akuntansi telah berupaya untuk mengembangkan suatu barang tubuh teori ini. Setiap akuntansi atau perusahaan harus menyesuaikan diri terhadap praktik akuntansi dan pelaporan dari setiap perusahaan tertentu.

D. Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas sekolah yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya.

PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan :
1. Pembukuan adalah pencatatan secara sistematis dan teratur atas semua transaksi keuangan lembaga/keuangan/perseorangan. Transaksi meliputi penjualan, pembelian, pendapatan, dan pengeluaran oleh perseorangan maupun organisasi. Pembukuan biasanya dilakukan oleh seorang ahli pembukuan.
2. Sistem pembukuan akuntansi ada dua yaitu pembukuan tunggal dan pembukuan berpasangan.
3. Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.

B. Saran
1. Diharapkan untuk pihak sekolah baik itu bendaharawan atau komite sekolah bisa membuat laporan keuangan dengan baik dan benar.
2. Dapat mengetahui apa tujuan dari sistem akuntansi dan laporan keuangan sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional, 2001, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah
Peraturan Pemerintah RI. No.19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
Peraturan Pemerintah No.58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
Peraturan Pemerintah No.48 Tahun 2008 Tentang Pembiayaan Pendidikan
Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Departemen Pendidikan Nasional, 2009 Buku Petunjuk BOS
Sugiarto.2002 Pengantar Akuntansi. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Jakarta.
Muchdarsyah Sinungan. 1993. Dasar-Dasar Management Kredit. Jakarta: Bumi Aksara.
Surjadi. 1982. Sekolah dan Pembangunan. Bandung: Penerbit Alumni.

About riaade

Setiap orang mempunyai penilaian masing-masing
This entry was posted in Manajemen Keuangan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s