MODEL-MODEL DIKLAT

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penulisan

Belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dari yang awalnya belum tahu menjadi tahu dan belum mengerti menjadi mengerti. Kegiatan yang dilakukan dalam belajar yaitu mencari pengetahuan kemudian dipahami dan diimplementasikan dalam masyarakat. Belajar tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi belajar juga terjadi dalam suatu organisasi. Dimana proses belajar ini dibutuhkan dengan tujuan untuk mencapai tujuan organisasi tersebut secara maksimal. Organisasi harus ada alokasi sumber daya yang tepat agar hasil belajar juga tepat. Perbedaan belajar terjadi pada organisasi besar dan organisasi kecil, organisasi besar memberikan pengajaran yang terencana dan menuai hasilnya tetapi pada organisasi kecil malah sebaliknya.
Dalam suatu organisasi atasan selalu menginginkan pegawai yang aktif, kreatif dan inovatif untuk itu beberapa cara yang dilakukan atasan untuk mendapatkan itu yaitu dengan pembelajaran. Pembelajaran yang diberikan kepada pegawai untuk kemajuan organisasi tersebut. Untuk itu perlu adanya pelatihan (diklat) untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Tetapi dalam melakukan pelatihahan kita harus mengerti bagaimana pelatihan itu sehingga kita bisa mengetahui model mana yang akan digunakan. Untuk itu dalam makalah ini akan diuraikan model-model yang digunakan dalam pelatihan secara umum.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Model?
2. Apa saja model-model diklat?
3. Apa saja variabel-variabel yang digunakan untuk memilih model?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari model
2. Mengetahui dan memahami macam-macam model pelatihan
3. Mengetahui, memahami dan bisa mengimplementasikan model-model yang ada pada suatu pelatihan

PEMBAHASAN
A. Pengertian Model
Model bisa dimaknakan menjadi 2, yaitu :
1. Model dalam pengertian contoh atau tauladan atau suatu yang perlu ditiru
2. Model dalam pengertian bentuk, pola, rancangan
Pengertian lain dari model yaitu suatu abstraksi dari dunia nyata yang disederhanakan sehingga hanya parameter atau variable tertentu saja yang muncul dalam bentuknya.
Lebih sederhana, pengertian model adalah pencerminan, gambaran sistem yang nyata atau direncanakan.
Model yang baik merupakan model berdasarkan pada beberapa teori atau biasa disebut dengan model konseptual. Model konseptual mewakili kenyataan dalam bentuk yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami.
Manfaat model diantaranya adalah
1. Menjelaskan beberapa aspek perilaku manusia beserta interaksinya
2. Melengkapi apa yang ada dalam penelitian dan pengamatan
3. Menyederhanakan proses manusia yang kompleks
4. Sebagai alat untuk mendukung observasi

B. Model-Model Diklat
Model merupakan acuan yang digunakan seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sebuah model yang baik adalah model yang dapat membantu sebuah proses yang rumit dalam suatu organisasi. Macam-macam model antara lain :

a. Model terbuka
Untuk menciptakan suatu perencanaan dipengaruhi oleh proses luar. Dalam model ini pengaruh dari proses luar sangat berperan penting. Tetapi dalam perencanaan haru hati-hati. Model ini bersifat verbal. Orang yang suka model ini cenderung humanistic dan mempertimbangkan sikapnya
b. Model tertutup
Model yang berusaha menjiplak dari perencana sehingga hasil akhirnya mudah ditebak. Model ini berusaha untuk memasukkan semua variabel-varabel ke dalam suatu model. Asumsinya bahwa semua masukan dapat diidentifikasi.

C. Variabel untuk Memilih Model
Dalam memilih model perencana harus mempertimbangkan beberapa variabel, diantaranya :
a. Pelatihan, pendidikan atau pembangunan
Pelatihan, belajar yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang di waktu sekarang.
Pendidikan, belajar yang digunakan untuk mempersiapkan seseorang dalam pekerjaannya di masa yang akan datang.
Pembangunan, belajar mengenai pengetahuan yang bersifat umum untuk seseorang (individu) atau kelompok untuk pekerjaan di waktu sekarang atau di masa yang akan datang.
b. Keterampilan, sikap dan pengetahuan
Campuran dari ketiga wilayah yang berbeda model pembelajaran ini menunjukkan model mana yang paling tepat untuk pengalaman belajr tertentu. Jika penekanannya pada keterampilan maka yang cocok adalah model tertutup, karena hanya ada satu pekerjaan. Tetapi jika lebih dari satu pekerjaan maka yang digunakan adalah model terbuka. Untuk sikap ada yang berpendapat bahwa ada sedikit yang bisa dilakukan dengan sikap dan pembelajaran harus peduli dengan perilaku. Orang-orang seperti ini menggunakan model tertutupUntuk pengetahuan maka digunakan model tertutup.

c. Pelajar
Pertimbangan harus diberikan kepada peserta didik dan perannya dalam situasi belajar. Perencana harus bisa memilih model mana yang akan digunakan jika pelajar terlibat atau tidak dalam proses.
d. Instruktur
Model yang dipilh harus mencerminkan hubungan instruktur untuk merancang dan untuk proses instruksional. Dalam beberapa kasus perencana dan instruktur adalah sama. Namun ada juga sebaliknya, dalam banyak situasi orang yang melakukan perencanaan berbeda dengan orang yang melakukan instruksi Jika instruktur diizinkan untuk membuat perubahan tanpa diskusi dengan perencana, maka model ynag dipilih harus mencerminkan kemungkinan ini. Semakin tinggi tingkat instruktur maka semakin besar tingkat kemungkinan bahwa ia akan diizinkan untuk memodifikasi program yang dirancang sebelumnya.
e. Budaya Organisasi
Model yang dipilih harus mencerminkan aspek dari budaya organisai tersebut. Jika budaya organisasi mengharapkan seseorang memilik pekerjaan dan tugas tertentu maka model yang dipilih harus mencermikan itu. Jika budaya berdasar pada manajemen pasitipatif.
f. Suka atau tidak suka
Dalam memilih model Anda harus memilih bagaimana model yang tepat untuk digunakan pada keadaan tertentu. Karena jika Anda tidak nyaman dengan model tersebut maka pelatihan itu tidak akan mendapatkan hasil apa-apa. Untuk itu Anda mungkin harus mencoba beberapa model sebelum Anda menemukan orang-orang yang terbaik untuk Anda. Anda mungkin menemukan sebuah model yang dapat menangani sebagian besar atau kebutuhan perencanaan Anda, dengan menggunakan beberapa modifikasi.

D. Evaluasi dan Umpan Balik
Banyak model yang digunakan untuk melakukan evaluasi mulai dari perencanaan sampai pembelajaran. Hal ini bermanfaat dan sangat penting pada akhir setiap pelatihan dan ini sengaja dilakukan sebelum Critical Event Model (CEM). Pengamatan yang konsisten adalah mengevaluasi dan memberi umpan balik pada setiap akhir pelatihan. Evluasi dan umpan balik merupakan usaha memeberikan kontribusi untuk perencana agar pelatihan yang diciptakan lebih baik.

E. Critical Events Model (CEM)
Critical Events Model (CEM) biasanya digunakan untuk pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pekerjaan individu yang dimiliki oleh setiap personalia. Fokus CEM ada pada pekerjaan dan jika suatu pembelajaran tidak sesuai dengan pekerjaan maka model harus menggunakan model yang lain.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Model adalah pencerminan, gambaran sistem yang nyata atau direncanakan. Model yang baik merupakan model berdasarkan pada beberapa teori atau biasa disebut dengan model konseptual. Model-model pelatihan secara umum dibedakan menjadi dua yaitu model tertutup dan model terbuka. Dalam menerapkan model yang akan digunakan diperlukan pengetahuan yang jelas pada setiap model. Selain itu perlu diperhatikan juga variabel-variabel untuk memilih model. Karena dengan variabel-variabel tersebut Anda biasa menentukan model apa yang cocok pada pelatihan yang akan dilakukan.

B. Saran
1. Perencana harus bisa merencanakan model yang sesuai dengan pelatihan yang akan dilakukan.
2. Model yang akan dilakukan harus sesuai dengan kondisi pelatihan yang akan dilakukan dengan memperhatikan beberapa variabel-variabel yang ada.

About riaade

Setiap orang mempunyai penilaian masing-masing
This entry was posted in Manajemen Diklat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s