Manajemen Humas

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Konsep dasar Humas diperkenalkan pada tahun 1906 oleh Ivy Lee saat ia berhasil menjembatani konflik buruh batubara dan pengusaha. Konsep ini lalu dikenal sebagai Declaration of Principle (Deklarasi Azas-Azas Dasar) yaitu prinsip yang terbuka dan tidak menyembunyikan data dan fakta.
Humas di Indonesia dikenal pada tahun 1950an dimana humas bertugas untuk menjelaskan peran dan fungsi-fungsi setiap kementrian, jawatan, lembaga, badan, dan lain sebagainya.
Dalam setiap intansi atau organisasi diperlukan adanya hubungan antara instansi atau organisasi dengan masyarakat untuk menciptakan citra atau image yang baik kepada masyarakat. Hubungan ini perlu adanya sosialisasi dan komunikasi yang baik demi membangun serta mempertahankan citra atau kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepada instansi atau organisasi tersebut.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari hubungan masyarakat atau humas?
2. Apa ciri-ciri yang harus dimiliki oleh seorang humas yang profesional?
3. Apa saja tugas humas di sekolah?
4. Apa saja peran humas di sekolah?

C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui pengertian hubungan masyarakat atau humas.
2. Mengetahui ciri-ciri yang harus dimiliki oleh seorang humas.
3. Memahami tugas humas di sekolah.
4. Memahami peran humas di sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian hubungan masyarakat (humas)
Menurut Edward L. Bernays, Humas memiliki tiga pengertian:
1. Memberi penerangan kepada masyarakat..
2. Pembujukan langsung terhadap masyarakat guna mengubah sikap dan tindakan.
3. Usaha-usaha mengintegrasikan sikap dan tindakan dari permasalahan dengan masyarakat dan dari masyarakat terhadap permasalahannya.
Menurut Scott M. Cutlip dan Allen H. Center, Humas merupakan fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk memperoleh pengertian, pemahaman, dan dukungan dari publiknya.
Menurut The Public Relations Society of America, Humas membantu suatu organisasi dan publiknya untuk saling beradaptasi secara menguntungkan. Humas adalah usaha organisasi untuk memperoleh kerjasama dari sekelompok orang. Humas membantu organisasi berinteraksi secara efektif dan berkomunikasi dengan publik utama.
Menurut J.C.Seidel, Humas adalah proses yang berkelanjutan dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh itikad baik dan pengertian dari langganannya, pegawai, dan publik umumnya; ke dalam dengan mengadakan analisa dan perbaikan terhadap diri sendiri, keluar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan. (Public Relations is the continuing process by which management endeavors to obtain goodwill and understanding of its customers, its employers, and the public at large; inwardly through self analysis and corrections, inwardly through all means of expressions).
Menurut W. Emerson Reck, Humas adalah kelanjutan dari proses penetapan kebijaksanaan, penetuan pelayanan dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang-orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan itikad baik dari mereka. Kedua, pelaksanaan kebijaksanaaan, pelayanan dan sikap adalah untuk menjamin adanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya. (Public relations is the continued process of keying policies, services and actions to be the best of interest of those individual and groups whose confidence and goodwill an individual or institutions covets and secondly, it’s the interpretation of these policies, services and actions to assure complete understanding and appreciation).
Menurut Public Relation World Conference, Humas adalah gabungan antara seni dan ilmu pengetahuan yang memperdiksi kecenderungan, memperkirakan konsekuensi, memberi saran kepada pimpinan organisasi, dan melaksanakan rencana kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan untuk melayani kepentingan publik dan organisasinya.
Menurut Cutlip, Center, dan Broom, Humas adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaaat antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksesan dan kegagalan organisasi tersebut.
Menurut The British Institute of Public Relation, Humas adalah suatu usaha berencana dan berkesinambungan untuk membina serta memelihara itikad baik ataupun pengertian bersama antara organisasi dengan masyarakatnya.
Menurut Frank Jeffkins, Humas adalah sesuatu yang terdiri dari semua bentuk komunikasi berencana baik ke dalam maupun ke luar antara organisasi dengan publiknya untuk mencapai tujuan khusus, yakni pengertian bersama.
Menurut Jeffkins & Daniel Yadin, Humas adalah sebuah sistem komunikasi untuk menciptakan niat baik. Public relations is a system of communication to create goodwill).
Jadi kesimpulannya humas adalah sesuatu yang terdiri dari semua bentuk komunikasi berencana baik ke dalam maupun ke luar yang bertujuan untuk mendapatkan citra positif dan dukungan dari publiknya.

B. Ciri-ciri yang harus dimiliki oleh seorang humas.
1. Memiliki skill atau kemampuan, pengetahuan tinggi oleh orang umum lainnya, apakah itu diperoleh dari hasil pendidikan atau pelatihan yang diperolehnya dan ditambah dengan pengalaman secara bertahun-tahun yang telah ditempuhnya sebagai professional.
2. Mempunyai kode etik dan merupakan standar moral bagi setiap profesi yang dituangkan secara formal, tertulis dan normative dalam suatu bentuk aturan main, dan perilaku ke dalam “Kode etik” yang merupakan standar atau komitmen moral kode perilaku (code of conduct) dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban selaku by profession dan by function yang memberikan bimbingan, arahan serta memberikan jaminan dan pedoman bagi profesi yang bersangkutan untuk tetap taat dan mematuhi kode etik tersebut.
3. Memiliki tanggung jawab profesi dan integritas pribadi yang tinggi baik terhadap dirinya sebagai penyandang profesi humas/PR, maupun terhadap public, iklim, pimpinan, organisasi perusahaan, penggunaan media massa hingga menjaga martabat serta nama baik bangsa dan negaranya.
4. Memiliki jiwa pengabdian kepada public atau masyarakat dan dengan penuh dedikasi profesi luhur yang disandangnya yaitu dalam pengambilan keputusan adalah meletakkan kepentingan pribadinya demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negaranya.
5. Otonomisasi organisasi professional yaitu memiliki kemampuan untuk mengelola organisasi atau PR humas yang mempunyai kemampuan dalam perencanaan program kerja jelas, strategic , mandiri dan tidak bergantung pihak lain serta yang sekaligus dapat bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, dapat dipercaya dalam menjalankan operasional, peran dan fungsinya.
6. Menjadi anggota salah satu organisasi profesi sebagai wadah untuk menjaga eksistensinya, mempertahankan kehormatan dan menertibkann perilaku standar profesi sebagai tolak ukur agar tidak dilanggar.

C. Tugas humas di sekolah.
Tujuh puluh persen dari kegiatan seorang humas berhubungan dengan tulis menulis selain tugas-tugas lainnya. Diantaranya adalah:
1. Merancang pesan tematik agar pesan yang disampaikan oleh organisasi memiliki keseragaman/ keterkaitan pesan. Contoh: Bank Niaga saat menggelar tema “Cinta”.
2. Melakukan segmentasi media, dimana seorang humas harus mampu memformulasikan keseimbangan saling dukung antara media cetak dan elektronik.
3. Komunikasi interaktif. Contohnya beberapa organisasi dalam merancang logonya melakukan pelibatan konsumen dimana dilakukan kompetisi merancang logo, contoh lain adalah rubrik konsultasi atau jasa layanan konsumen melalui telpon.
4. Menjaga reputasi perusahaan dan citra produk melalui pemanfaatan kekuatan pesan dan atau kombinasinya. Contoh: kegiatan sponsor: Dari Mayora.
5. Iklan multiguna (memanfaatkan momentum psikologis). Contoh: bukan basa-basi.
6. Penjualan simpatik. Contoh: Aqua menyisihkan hasil penjualan untuk pipa mengalirkan air di kawasan timur Indonesia.
7. Melakukan iklan layanan masyarakat.
8. Pemasaran dari mulut kemulut. Contoh: Taksi Bluebird dalam memasarkan reputasi yang baik jarang menggunakan iklan media massa.
9. Ajang pemasaran khusus dimana aktivitas dirancang untuk melibatkan khalayak. Contoh: Ajang Jakarta Fair
10. Memanfaatkan komunikasi yang akrab untuk pelanggan. Contoh: Layanan purna jual, dsb.

Produk-produk tertulis humas, diantaranya adalah:
1. Siaran pers yaitu informasi yang mengandung nilai berita dan disampaikan oleh publik melalui media massa.
2. Latar belakang (Backgrounder)
3. Media internal
4. Laporan tahunan
5. Advetorial
6. Profil perusahaan
7. Lembaran berita (Newsletter)
8. Prospektus
9. Penulisan komentar pembaca
10. Penulisah naskah pidato
11. Iklan layanan masyarakat

D. Peran humas di sekolah.
1. Publikasi
Setiap fungsi dan tugas humas adalah menyelenggarakan publikasi atau menyebarluaskan informasi melalui berbagai media tentang aktivitas atau kegiatan perusahaan atau organisasi yang pantas untuk diketahui oleh publik.
2. Event (Penyusunan program acara)
Macnamara (1996: 154) menyatakan bahwa special event adalah sebuah event yang biasanya dilaksanakan untuk mendapatkan perhatian media yang bermuara pada perhatian publik tentang perusahaan (atau organisasi) atau produk perusahaan . Merancang acara tertentu atau lebih dikenal dengan peristiwa khusus (special event) yang dipilih dalam jangka waktu, tempat, dan objek tertentu yang khusus sifatnya untuk memengaruhi opini publik.
3. News (Menciptakan berita)
Berita adalah informasi yang belum diketahui oleh pihak penerimanya.Menurut Rosady Ruslan menciptakan berita dilakukan melalui press release, news letter, dan bulletin, dan hal lain yang mengacu pada teknis penulisan 5W + 1H (Who, What, Where, When, Why, dan How) dengan sistematika penulisan “piramida terbalik”, yang paling penting menjadi lead dan intro yang kurang penting diletakkan di tengah batang berita.
4. Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat (bahasa Inggris:Community Development) secara umum merupakan kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan pembangunan.
Sehingga masyarakat di tempat tersebut diharapkan menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik. Program Community Development memiliki tiga karakter utama yaitu berbasis masyarakat (community based), berbasis sumber daya setempat (local resource based) dan berkelanjutan (sustainable). Dua sasaran yang ingin dicapai yaitu: sasaran kapasitas masyarakat dan sasaran kesejahteraan. Sasaran pertama yaitu kapasitas masyarakat dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan (empowerment) agar anggota masyarakat dapat ikut dalam proses produksi atau institusi penunjang dalam proses produksi, kesetaraan (equity) dengan tidak membedakan status dan keahlian, keamanan (security), keberlanjutan (sustainability) dan kerjasama (cooperation), kesemuanya berjalan secara simultan.
Hasil observasi di SMPN 34 Surabaya.
Drs.Sumedi
Jl.Sunan Ampel Block L-10
Wakasek Humas SMPN 34 Surabaya
085730048486

Hasil Wawancara dengan Wakasek Humas SMPN 34 Surabaya
1. Bagaimana pelaksanaan Hubungan Masyarakat di sekolah?
Pelaksanaan Humas di SMPN 34 sudah berjalan dengan baik karena Humas di SMPN 34 melaksanakan perannya yaitu sebagai berikut:
Internal : untuk menyampaikan informasi yang diberikan oleh Kepala Sekolah kepada staf ataupun guru/pengajar di sekolah serta menyampaikan kembali hasil dari rapat yang diselenggarakan oleh sekolah kepada guru.
Misalnya: Kepala Sekolah mau mengadakan rapat maka peran humas disini adalah menyampaikan pesan Kepala Sekolah serta mengkoordinir staf atau guru di sekolah
Eksternal : menyampaikan partisipasi apabila ada kegiatan di luar sekolah serta humas terjun langsung ke masyarakat dalam menyampaikan sosialisasi namun dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru, humas di SMPN 34 tidak berperan aktif karena panitia penereimaan siswa baru berasal dari guru lain dan sudah ada petugas tersendiri untuk promosi sekolah.
Misalnya: Sekolah mengadakan kegiatan bakti sosial maka humas yang bertanggung jawab atas kegiatan ini.
2. Apakah halangan yang dihadapi Hubungan Masyarakat selama menjalankan tugasnya?
Internal: dari pihak internal sekolah tidak ada halangan karena pihak internal sekolah sangat responsif terhadap tugas hubungan masyarakat serta mendukung penuh kinerja humas di sekolah.
Eksternal: Dari pihak eksternal ada halangan yang dihadapi yaitu kurang adanya respon yang baik dari masyarakat sekitar sekolah serta kurang adanya dukungan dari masyarakat terhadap kinerja humas karena kondisi sekolah yang berada di sekitar perumahan yang kondisinya sepi.
3. Bagaimana birokrasi humas dengan Kepala Sekolah maupun guru selama ini?
Birokrasi humas dengan Kepala Sekolah maupun guru selama ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala karena pihak-pihak internal sekolah, baik Kepala Sekolah maupun guru memberikan respon yang baik serta dukungan yang maksimal terhadap kinerja yang dilakukan oleh humas selama ini.
4. Bagaimana dengan masa kerja sebagai Wakasek Humas di SMPN 34 Surabaya?
Masa kerja sebagai Wakasek Humas di SMPN 34 ini setiap 2 tahun sekali diganti
5. Apa saja tugas humas di sekolah?
Tugas humas di sekolah antara lain membuat undangan apabila sekolah mengadakan kegiatan, baik ditujukan ke Dinas Pendidikan, Komite Sekolah maupun wali murid, serta membuat laporan kegiatan ke Kepala Sekolah
6. Kapan mulai bertugas sebagai Wakasek Humas di sekolah?
Drs. Sumedi mulai bertugas sebagai Wakasek Humas di SMPN 34 mulai tahun 2009.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Humas adalah sesuatu yang terdiri dari semua bentuk komunikasi berencana baik ke dalam maupun ke luar yang bertujuan untuk mendapatkan citra positif dan dukungan dari publiknya.
Ciri-ciri yang harus dimiliki oleh seorang humas :
1. Memiliki skill atau kemampuan.
2. Mempunyai kode etik dan merupakan standar moral.
3. Komunikasi interaktif.
4. Menjaga reputasi perusahaan dan citra produk melalui pemanfaatan kekuatan pesan dan atau kombinasinya.
5. Iklan multiguna (memanfaatkan momentum psikologis).
6. Penjualan simpatik.
7. Melakukan iklan layanan masyarakat.
8. Pemasaran dari mulut kemulut.
9. Ajang pemasaran khusus dimana aktivitas dirancang untuk melibatkan khalayak.
10. Memanfaatkan komunikasi yang akrab untuk pelanggan. Contoh: Layanan purna jual, dsb.

B. Saran
1. Ketika sekolah memiliki masalah yang berkaitan dengan humas, sebaiknya humas berperan menyelesaikan masalah sampai selesai dengan bijaksana sehingga semua pihak dapat memperoleh keuntungan yang sama dalam hal ini saling menguntungkan satu sama lain. Karena dalam hal ini humas merupakan konponen sekolah yang sangat berperan dalam meningkatkan citra sekolah yang diwakilinya.
2. Dalam kepanitiaan penerimaan siswa baru sebaiknya humas berperan aktif untuk mempromosikan sekolah dan memperkenalkan lebih jauh mengenai sekolah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_definisi_hubungan_masyarakat
http://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_masyarakat

About riaade

Setiap orang mempunyai penilaian masing-masing
This entry was posted in Manajemen Humas. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s