Penataan sarana dan prasarana pendidikan di Surabaya Cambridge School

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapanpun dan dimanapun ia berada. Pendidikan merupakan proses pengembangan manusia kearah kearifan, pengetahuan, dan etika. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia.
Di Indonesia, kata pendidikan tak terpisahkan dengan suatu tempat yang bernama sekolah. Sekolah merupakan sebuah sistem, tepatnya sebuah sistem pendidikan.Sebagai sebuah sistem pendidikan, Sekolah memiliki program kegiatan pembelajaran.Dalam kegaitan pembelajaran terdapat banyak hal yang harus disiapkan.Salah satunya adalah sarana dan prasarana pendidikan.
Keberadaan sarana dan prasarana di sekolah harus dikelola atau diadministrasikan dengan sebaik-baiknya, sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai. Tanpa dikelola dan diadministrasikan dengan sebaik-baiknya, maka keberadaan sarana dan prasarana yang dimiiliki Sekolah tidak akan banyak bermanfaat bagi pencapaian tujuan pendidikan.
Dalam proses manajemen sarana prasarana yang dimulai dengan perencanaan sampai dengan pengawasan maka terdapat satu sub didalam proses tersebut yang tidak kalah pentingnya yaitu kegiatan penataan sarana dan prasarana pendidikan. Penataan sarana prasarana pendidikan khususnya di sekolah sanagta penting karena dengan adanya kegiatan penataan ini maka sarana prasarana penddikan akan semakin efektif dan efisien dalam penggunaannya yang secara integral akan turut serta dalam menunjang suksesnya kegiatan pembelajaran serta tercapainya tujuan pendidikan.
Untuk itu penulis ingin melakukan penelitian terkait penataan sarana prasarana di Surabaya Cambridge School serta usaha-usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan penataan sarana dan prasaran di Surabaya Cambridge School. Alasan penulis memilih Surabaya Cambridge School sebagai lokasi penelitian adalah sekolah ini adalah sekolah berkurikulum Internasional sehingga diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi stakeholder pendidikan yang ingin mengembangkan serta meningkatkan penataan sarana dan prasarana pendidikan.

B. FOKUS PENGAMATAN
1. Penataan sarana dan prasarana pendidikan di Surabaya Cambridge School.
2. Usaha-usaha yang dilakukan Kepala Sekolah dalam meningkatkan penataan sarana dan prasarana di Surabaya Cambridge School.

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui penataan sarana dan prasarana pendidikan di Surabaya Cambridge School.
2. Untuk mengetahui Usaha-usaha yang dilakukan Kepala Sekolah dalam meningkatkan penataan sarana dan prasaran di Surabaya Cambridge School.

D. MANFAAT PENGAMATAN
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan kajian dalam upaya untuk mendalami manajemen pendidikan di suatu lembaga pendidikan khususnya mengenai penataan sarana dan prasarana sehingga dapat menunjang terciptanya suasana yang kondusi dalam proses pembelajaran. Dari penelitian di Surabaya Cambridge School diharapkan dapat dijadikan salah satu bahan rujukan utnuk sekolah-sekolah lain yang ingin melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas khususnya di bidang sarana dan prasana.

2. Manfaat Praktis
a. Bagi Surabaya Cambridge School
Dengan adanya penelitian ini, maka diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap program-program yang dilakukan untuk meningkatkan mutu sarana dan prasarana Surabaya Cambridge School khususnya dalam hal penataan sehingga bisa dijadikan salah satu pertimbangan untuk meningkatkan mutu sarana prasarana sekolah melalui program-program selanjutnya yang lebih baik.
b. Bagi sekolah sederajat
Dengan adanya penelitian ini, maka diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan atau perbandingan mengenai sarana dan prasarana di Surabaya Cambridge School terhadap sekolah-sekolah lain yang sederajat.

c. Bagi kepala sekolah
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan bahan evaluasi mengenai usaha-usaha yang selama ini dilakukan dalam bidang sarana dan prasarana. Dengan demikian, kepala sekolah dapat melakukan pengembangan atau usaha-usaha perbaikan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana Surabaya Cambridge School.

d. Bagi guru
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi guru dalam memelihara sarana dan prasarana yang ada di Surabaya Cambridge School.

e. Bagi Peneliti lain
Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi tambahan atau bahan rujukan dan pembanding bagi peneliti lain yang masalah penelitiannya sejenis.

E. DEFINISI ISTILAH
1. Pengertian dari penataan adalah suatu proses atau aktivitas penyusunan sesuatu agar terlihat rapi dan dapat digunakan secara efektif dan efisien.
2. Pengertian dari sarana pendidikan adalah seluruh perabot atau alat-alat yang digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran.
3. Pengertian dari prasarana pendidikan adalah seluruh perabot baik berupa alat maupun ruang atau gedung yang tidak digunakan secara langsung tetapi sangat menunjang proses pembelajaran.
3. Pengertian dari penataan sarana dan prasarana pendidikan adalah suatu aktivitas penyusunan seluruh sarana dan prasarana baik berupa ruang, bangunan, maupun perabot yang disesuaikan dengan luas sekolah agar dapat digunakan secara efektif dan efisien. 
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. PENATAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
Menurut Dian dalam (http://dian75.wordpress.com/2010/08/05/arti-dan-ruang-lingkup-pengelolaan-sarana-dan-prasarana-pendidikan/), sarana dan prasarana merupakan sumber utama yang memerlukan penataan sehingga fungsional, aman dan atrktif unutk keperluan proses-proses belajar di sekolah. Secara fisik sarana dan prasarana harus menjamin adanya kondisi yang higienik dan secara psikologis dapat menimbulkan minat belajar, hampir dari separuh waktunya siswa-siswa bekerja, belajar dan bermain di sekolah, karena itu lingkungan sekolah (sarana dan prasarana) harus aman, sehat, dan menimbulkan presefsi positif bagi siswa-siswanya.
Lingkungan yang demikian dapat menimbulkan rasa bangga dan rasa memiliki siswa terhadap sekolahnya.Hal ini memungkinkan apabila sarana dan prasarana itu fungsional bagi kepentingan pendidikan. Dalam hal ini guru sangat berkepentingan untuk memperlihatkan unjuk kerjanya dan menjadikan lingkungan sekolah sebgai asset dalam proses belajar mengajar.
Beberapa teknis yang berkenaan dengan bagaimana menata sarana dan prasarana pendidikan:
1. Tata Ruang dan Bangunan Sekolah
Dalam mengatur ruang yang dibangun bagi suatu lembaga pendidikan/sekolah, hendaknya dipertimbangkan hubungan antara satu ruang dengan ruang yang lainnya. Hubungan antara ruang-ruang yang dibutuhkan dengan pengaturan letaknya tergantung kepada kurikulum yang berlaku dan tentu saja ini akan memberikan pengaruh terhadap penyusunan jadwal pelajaran.
2. Penataan Perabot Sekolah
Tata perabot sekolah mencakup pengaturan barang-barang yang dipergunakan oleh sekolah, sehingga menimbulkan kesan kontribusi yang baik pada kegiatan pendidikan.Dalam mengatur perabot sekolah hendaknya diperhatikan macam dan bentuk perabot itu sendiri. Apakah perabot tunggal atau ganda, individual atau klasikal, hal yang harus diperhatikan dalam pengaturan perabot sekolah antara lain:
a. Perbandingan antara luas lantai dan ukuran perabot yang akan dipakai dalam ruangan tersebut
b. Kelonggaran jarak dan dinding kiri-kanan
c. Jarak satu perabot dengan perabot lainnya
d. Jarak deret perabot (meja-kursi) terdepan dengan papan tulis
e. Jarak deret perabot (meja-kursi) paling belakang dengan tembok batas
f. Arah menghadapnya perabot
g. Kesesuaian dan keseimbangan
h. Penataan perlengkapan Sekolah

Jadi, jika disimpulkan penataan perlengkapan sekolah mencakup perlengkapan di ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, dan kelas, ruang BP, ruang perpustakaan dan sebagainya. Ruang-ruang tersebut perlengkapannya perlu ditata sedemekian rupa sehingga menimbulkan kesan yang baik kepada penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah dan menimbulkan perasaan dan betah pada guru yang mengajar dan siswa yang sedang belajar.

B. IMPLEMENTASI PENATAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
Menurut Bafadal (2004:43-48) salah satu implementasi dari penataan sarana dan prasarana pendidikan adalah penataan di ruang kantor dan perpustakaan sekolah.
1. Penataan Ruang Kantor Sekolah
Tata ruang kantor sekolah dapat didefinisikan sebagai aktivitas penyusunan semua perabot, peralatan, dan bahan pada luas lantai kantor sekolah. Tujuannya untuk menjadikan kantor sekolah yang siap pakai bagi kepala sekolah dan atau pegawai tata usaha sekolah. Secara rinci tujuan tata ruang kantor sekolah adalah sebagai berikut :
a. Untuk mempermudah arus ketatausahaan sekolah.
b. Untuk memberikan kondisi kerja yang baik bagi setiap personel sekola, terutama pegawai tata usaha sekolah.
c. Untuk mempermudah arus berkomunikasi antar pegawai tat usaha dan antara pegawai tata usaha dan personel lainnya.
d. Untuk menyediakan layanan ketatusahaan sekolah yang baik bagi semua personel sekolah.
e. Untuk menghindarkan diri dari kemungkinan saling mengganggu antara pekerjaan yang satu dengan pekerjaan lainnya.

Tata ruang kantor sekolah yang baik sangat menunjang kelancaran proses pendidikan. Dengan tat ruang kantor yang biak, semua personel sekolah mendapatkan pelayanan ketatausahaan yang maksimal, mencegah terjadinya penghamburan tenaga dan waktu para pegawai tata usaha sekolah, dan memungkinkan pemakaian ruang kantor sekolah yang efiisien. Dengan demikian, penataan ruang kantir sekolah merupakan satu aktivitas penting dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah dan harus direnccanakan dengan sebaik-baiknya.
Perencanaan tata ruang kantor sekolah hendaknya merupakan perencanaan yang integratif. Artinya, di dalam proses perencanaannya ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan. Aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah pekerjaan ketatausahaan sekolah yang harus dilakukan, proses kerja yang harus dilakukan, proses kerja yang harus digunakan, perlengkapan yang digunakan, ruang-ruang yang telah dipersiapkan, lingkungan fisik ventilasi, dan personel sekolah yang akan dilayani.
Dalam hubungannya dengan tata ruang kantor sekolah, ada sejumlah prinsip tata ruang kantor yang harus diperhatikan, antara lain :
a. Suatu tata ruang kantor yang baik adalah tata ruang yang memungkinkan semua personel tata usaha dapat menempuh jarak yang sependek-pendeknya dalam menyelesaikan pekerjaan ketatausahaannya.
b. Bagian-bagian kantor sekolah yang memiliki tugas atau fungsi yang sama dan saling berkaitan hendaknya ditempatkan secara berdekatan.
c. Tata ruang yang ideal pada dasarnya adalah tata ruang yang menempatkan para personel dan alat-alatnya berdasarkan alur proses kerjanya.
d. Kantor yang baik adalah kantor yang memiliki cukup ventilasi. Oleh karena itu, meja dan perabot lainnya harus diatur sedmikian rupa, sehingga setiap bagian kantor sekolah mendapatkan cahaya dan pertukaran udara yang cukup.
e. Tata ruang yang baik adalah tata ruang yang memanfaatkan ruang semaksimal mungkin. Karena itu, suatu tata ruang yang baik adalah tata ruang yang menggunakan seluruh ruang yang ada, baik ruang lantai maupun dindingnya.
f. Tata ruang yang baik adalah tata ruang yang dapat dengan mudah disusun kembali bila diperlukan.
g. Tata ruang yang baik adalah tata ruang yang memisahkan pekerjaan yang berbunyi keras dan mengganggu pekerjaan lainnya.

Ada dua macam tata ruang kantor sekolah, yaitu (1) tata ruang terbuka, dan (2) tata ruang terpisah-pisah. Dengan tata ruang terbuka berarti semua aktivitas, perabot, dan bahan-bahan ketatausahaan kantor sekolah ditempatkan dalam satu ruang. Tata ruang yang demikian itutepat sekali ditempuh apabila ruang kantor sekolah sangat luas dan dibuatkan pemisah buatan, misalnya, dengan sekosel kayu atau dinding kaca. Sedangkan tata ruang terpisah-pisah adalah tata ruang yang peralatan, perabotan, dan bahan-bahanya dikelompokan, dan masing-masing kelompok ditempatkan di ruang tersendiri.
Adapun bentuk tata ruang yang akan digunakan, yang pasti penataan ruang kantor sekolah itu perlu direncanakan dengan hati-hati dan bijaksana. Kesalahan penataan ruang akan menimbulkan terjadinya pemborosan waktu, tenaga dan tempat. Perencanaan tata ruang kantor sekolah yang baik adalah perencanaan yang intregatif. Dengan perencanaan yang intregatif berarti penataan ruang dirancang sedemikian rupa dengan mempertimbangkan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan oleh bagian tata usaha sekolah, proses sekolah yang harus ditempuh, perlengkapan yang harus digunakan, bentuk dan luas ruang kantor sekolah yang telah dipersiapkan, dan kondisi fisik ruang yang dipersiapkan. Dalam kaitan dengan perencnaan tata ruang kantor sebagaimana dideskripsikan oleh The Liang Gie dalam Ibrahim (2004:45):
a. Sebagai langkah pertama dalam menata ruang kantor adalah membuat gambar denah kantor. Dalam rangka itu, bisa kiranya dipakai skala 1: 40. Artinya, untuk setiap meter lantai dapat dilukiskan diatas kertas menjadi 2,5 cm. Pada gambar denah tersebut harus dikemukakan pula keterangan-keterangan mengenai panjang dan lebar ruang yang bersangkutan, etrmasuk juga dengan pintu, jendela dan pilar-pilarnya.
b. Langkah berikutnya adalah mendeskripsikan semua aktifitas yang harus dikerjakan kantor. Semua aktifitas tersebut ditulis pada selembar atau dua lembar kertas. Setelah dideskripsikan, semua aktivitas itu dialanisis untuk mengetahui proses penyelesaian, urut-urutan, dan jumlah personil yang nantinya akan terlibat, serta perlengkapan yang akan digunakan.
c. Berdasarkan hasil kerja langkah pertama dan langkah kedua di atas, susunlah letak meja dan kursi personel, perabot, peralatan dan baha-bahan kantor. Dalam rangka itu, buatlah guntingan-guntingan gambar yang berwujud meja, kursi, perabt, dan peralatan kantor. Semua gambar tersebut harus dibuat dalam skala yang sama seperti gambar denah ruang di atas. Apabila dimungkinkan, sebaiknya gambar-gambar tersebut dibuat dari kertas yang berwarna dan agak tebal.
d. Akhirnya, merancang tata ruang kantor dengan cara menata guntingan-guntingan gambar perlengkapan itu di atas dena ruang. Guntingan-guntingan gambar yang telah dibuat sebelimnya itu ditatata sedemikian rupa hingga menjadi susunan yang baik. Pertama-tama, yang ditata adalah guntingan gambar meja dan kursi, lalu perlengkapan lainnya.

Dalam hubungannya dengan perencanaan tata ruang kantor itu ada beberapa hal yang patut mendapatkan perhatian setiap perencanaan tata ruang kantor, antara lain sebagai berikut :
a. Semua meja dan kursi petugas tata usaha sekolah hendaknnya disusun sedemikian rupa, sehingga semua petugas tata usaha menghadap ke arah yang sama. Dengan demikian, kemungkinan para petugas tata usaha untuk sering kali berbincang-bincang dapat dikurangi. Apabila dimungkinkan, sebaiknya di tengah ruangan disediakan jalan utama yang agak lebar.
b. Khusus meja dan kursi kepala bagian tata usaha kantor, bisa ditempatkan disatu tempat atau sudut ruang yang tidak dengan mudah dapat dilihat oleh para stafnya. Bahkan, bila dimungkinkan, meja dan kursi pimpinan itu ditempatkan di belakang para stafnya. Dengan penataan yang demikian itu dapat diperoleh dua keuntungan. Pertama, dengan penataan seperti itu kepala bagian tata usaha dapat dengan mudah melakukan pengawasan terhadap para aktivitas para stafnya. Kedua, dengan penataan seperti itu maka para stafnya tidak sering mengangkat kepala untuk melihat semua tamu pimpinannya.
c. Penempatan para staf hendaknya selalu memperhatikan tugaas-tugasnya. Personel yang tugasnya banyak berhubungan atau melayani bagian-bagian sekolah atau masyarakat yang hendaknya ditempatkan didekat pintu kantor. Personel yang tugasnya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan lembut, misalnya mencatat angka-angka kecil, membaut gambar-gambar yang halus, hendaknya ditempatkan pada sudut kantoryang banyak mendapatkan penerangan cahaya matahari. Personel tata usaha yang tugasnya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko besar, sebaiknya ditempatkan di bagian ruangan yang jarang sekali dilalui oleh orang.
d. Perabot atau peralatan kantor sebaiknya ditempatkan pada suatu tempat yang dapat dengan mudah diambil, dibuka, digunakan dan dipelihara. Untuk itu, lemari dan peralatan lainnya diletakkan berdekatan dengan personel yang paling sering menggunakannya. Semua peralatan kantor yang menimbulkan suara rebut, misalnya, mesin stensil, sebaiknya diletakkan di tempat yang dekat jendela. Apabila bisa sebaiknya mesin-mesin yang dapat menimbulkan suara keraas itu ditempatkan di ruang tersendiri. Sedangkan perabot kantor yang sangat berat dapat diletakkan berdekatan (menempel) dengan tembok atau tiang. Dengan begitu dapat dijadikan penyangga bagi kekuatannya. Namun, semua itu tetap sangat tergantung besarnya perabot tersebut.

2. Penataan Ruang Perpustakaan Sekolah
Sebagaimana sarana pendidikan lainnya, semua sarana perpustakaan sekolah perlu ditata sedemikian rupa. Ada beberapa manfaat yang diperoleh melalui penataan perpustakaan sekolah yang baik, yaitu (1) dapat menciptakan suasana aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar, baik bagi murid, guru dan pengunjung lainnya; (2) mempermudah murid, guru, dan pengunjung lainnya dalam mencari bahan-bahan pustaka yang diinginkan; (3) petugas perpustakaan sekolah mudah memproses bahan-bahan pustaka, memberikan pelayanan, dan melakukan pengawasan; (4) bahan-bahan pustaka aman dari segala sesuatu yang dapat merusaknya; dan (5) memudahkan petugas perpustakaan sekolah dalam melakukan perawatan terhdap semua perlengkapan perpustakaan sekolah.
Dalam hubungannya dengan meja dan kursi baca atau belajar, agar murid-murid dapat belajar dengan nyaman, aman dan tenang, meja dan kursi belajar harus ditata dengan sebaik-baiknya.Penataan meja dan kursi belajar yang baik diintegrasikan dengan tempat atau rak-rak buku.
Perputakaan sekolah perlu juga menyediakan beberapa meja dan kursi belajar yang sengaja ditata untuk kepentingan belajar kelompok, diskusi kelompok dan mengerjakan tugas kelompok. Sebaiknya, meja dan kursi belajar kelompok ini ditata dan ditempatkan di ruang-ruang tersendiri, yaitu ruang belajar kelompok, agar tidak mengganggu orang lain yang sedang belajar secara perorangan. Ruang belajar kelompok bisa dipakai oleh 3-15 orang. Seandainya tidak ada ruang-ruang kecil untuk belajar kelompok, sebaikny penempatannya agak jauh dari tempat belajar perorangan atau dibatasi oleh rak-rak buku, sehingga suara kegaduhan yang mungkin timbul akibat diskusi tidak telalu keras atau tidak terlalu mengganggu orang lain yang sedang belajar secara perorangan. Meja dan kursi belajar untuk kelompok harus ditata dengan sedmikian rupa sehingga murid yang belajar kelompok kohesif dan produktif.
Setiap guru pustakawan atau petugas perpustakaan sekolah dasar memerlukan penerangan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Penerangan atau cahaya yang cukup tidak akan melelahkan mata, tidak mengurangi daya penglihatan dan tidak menyilaukan. Adanya penerangan yang cukup akan menambah efisien dalam bekerja, semua petugas akan bekerja dengan sebaik-baiknya tanpa banyak mengalami kesalahan. Begitu pula para pengunjung perpustakaan sekolah, baik itu murid, guru, maupu pengunjung lainnya memerlukan penerangan yang cukup dalam membaca atau mempelajari buku-buku tertentu. Tata ruang perpustakaan yang baik sama sekali tidk menimbulkan ruang perpustakaan sekolah menjadi gelap atau terlalu terang sehingga menyilaukan mata.
Perpustakaan sekolah bisa menggunakan penerangn buatan manusia dan penerangan alami.Penerangan buatan manusia berupa sinar lampu.Apabila menggunakan sinar lampu, usahakan jangan bersifat langsung karena sinar yang demikian itu sangat terang dan menimbulkan bayangan yang sangat tajam. Sebaiknya sinarnya bersifat tidak langsung, dimana sinar tersebut diatur sedemikian rupa sehingga sinar lampu memancar ke arah langit-langit ruang perpustakaan sekolah dan oleh langit-langit dipantulkan kembali ke arah permukaan ruang perpustakaan sekolah.Penerangan alami berupa sinar matahari.Apabila menggunakan sinar matahari, meja dan kursi belajar harus diatur sedemikian rupa sehingga nantinya sinar matahari tiba di atas meja dari arah kiri.Meja-meja janganlah langsung berhadapan dengan sinar matahari.Lemari-lemari atau rak-rak buku usahakan jangan menutupi lubang-lubang tembok atau jendela yang biasanya dilalui sinar matahari, sebab apabila menutupi, sinar matahari tidak bisa masuk ke ruang perpustakaan sekolah sehingga menjadi gelap.
Sehubungan dengan penerangan atau cahaya, adalah warna yang dipakai pada didnding ruang perpustakaan sekolah. Perlu diperhatikan bahwa warna yang tepat akan mencegah kesilauan, sebab apabila warna itu diosoroti oleh sinar akan memantulkan kembali sinar tersebut sesuai dengan daya pantulnya. Oleh karena itu, warna-warna yang digunakan jangan telalu terang atau gelap.Gunakanlah warna-warna yang bersifat sejuk.
Akhirnya, yang juga perlu dipertimbangkan dalam penataan ruang adalah udara. Agar guru pustakawan atau petugas perpustakaan sekolah dapat mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, dan para pengunjung dapat belajar dengan tenang dan nyaman, perlu adanya udara yang segar, dalam hal ini udara tidak panas dan tidak lembab. Udara yang panas membuat orang menjadi ngantuk, cepat lelah, sedangkan udara yang lembab menekan perkembangan kreativitas petugas dan kreativitas berpikir.Selain itu, kelembaban udara dapat menimbulkan bermacam-macam jamur yang dapat merusak buku.Kelembaban udara biasanya terdapat di dalam ruang yang gelap dan udaranya tidak berganti.Cara yang dapat ditempuh adalah pemanfaatan alat-alat modern, seperti air conditioning(AC). Namun, apabila sekolah tidak mampu membelinya, cara yang lain dapat ditempuh adalah penataan ruang perputakaan sekolah sedemikian rupa sehingga lubang udara atau jendela tidak tertutup.

BAB III
METODE PENGUMPULAN DATA

A. WAWANCARA
Wawancara menurut Sugiyono (2012:194) wawancara digunalkan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Selain itu Sutrisno dalam Sugiyono (2012:194) mengatakan bahwa anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunkana metode wawancara adalah subyek (responden) adalah orang yang paling tahu tetang dirinya sendiri, bahwa apa yang dinyatakan oleh subyek adalah benar dan dapat dipercaya, serta bahwa interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan peneliti.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si peneliti dengan objek penelitian. Dalam wawancara secara mendalam ini dilakukan oleh peneliti terhadap informan yaitu kepala sekolah, guru, beberapa siswa serta tata usaha. Wawancara ini bertujuan untuk memeperoleh informasi yang ada relevansinya dengan pokok persoalan penelitian yaitu sarana dan prasarana di Surabaya Cambridge School dan khususnya mengenai penataan saranan dan prasarana di sekolah tersebut. Data wawancara yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu tentang keadaan sarana dan prasarana, konsep dan sistem penataan sarana prasarana serta usaha-usaha yang dilakukan Kepala Sekolah dalam meningkatkan penataan sarana dan prasarana di Surabaya Cambridge School.

B. OBSERVASI
Menurut Sutrisno dalam Sugiyono (2012:203) observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis serta dua yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan. Sugiyono menambahkan bahwa observasi merupakan teknik pengumpulan data yang memiliki cirri spesifik karena subyeknya tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang lain.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa observasi atau pengamatan adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistimatik gejala-gejala yang diselidiki. Pada metode pegamatan ini, peneliti terjun langsung untuk mengamati secara langsung terhadap keadaan sarana dan prasarana, konsep dan sistem penataan sarana dan prasarana, serta usaha-usaha yang dilakukan Kepala Sekolah dalam meningkatkan penataan sarana dan prasarana di Surabaya Cambridge School.

C. STUDI DKUMENTASI
Metode dokumentasi ini merupakan salah satu bentuk pengumpulan data yang paling mudah karena peneliti hanya mengamati benda mati dan apabila mengalami kekeliruan mudah untuk merevisinya karena sumber datanya tetap dan tidak berubah. Dokumen yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi foto kegiatan yang berkaitan dengan usaha-usaha yang dilakukan Kepala Sekolah dalam meningkatkan penataan sarana dan prasarana di Surabaya Cambridge School.


BAB IV
GAMBARAN UMUM LOKASI PENGAMATAN

A. Lokasi
Surabaya Cambridge School terletak di Jalan Alam Sambi Tirta barat III/2 Blok C3/B-1 (Perumahan Alam Galaxy Lontar) Surabaya.

B. Sejarah
1. Sejarah Surabaya Cambridge School
Surabaya Cambridge School berdiri sejak tahun 2004 yang dimulai dengan berdirinya Pre Schoolyang terletak di daerah satelit. Sekitar tahun 2010 tempat lama yang berada di daerah satelit sudah tidak mampu menampung para siswa yang terus bertambah. Kemudian yayasan mendirikan gedung baru yang terletak di jalan Alam Sambi Tirta Barat III/2 Blok C3/B-1 tepatnya di perumahan Alam Galaxy Lontar sehingga pada tahun ajaran baru Juli 2011 gedung baru tersebut sudah bisa digunakan. Saat ini Surabaya Cambridge School sedang mempersiapkan pendirian Secondary School.

2. Profil Sekolah
Visi
“To shape the future through excellent teaching and virtues that will mold the whole being of the student.”
Membentuk masa depan melalui pengajaran yang sangat baik dan kebajikan yang akan membentuk seluruh keberadaan siswa.

Misi
“To provide consistently quality education and nurture every student with love and care that will strengthen faith in God, build up character and promote excellence in daily living.”
Untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas secara konsisten dan memelihara setiap siswa dengan cinta dan merawat yang akan memperkuat iman kepada Allah, membangun karakter dan menunjukkan keunggulan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Pedoman Surabaya Cambridge School :
• Harapan yang tinggi yang ditetapkan untuk belajar siswa;
• Ada kepemimpinan yang kuat dan efektif;
• Guru memiliki pengetahuan menyeluruh dan up-to-date dari mata pelajaran mereka dan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana siswa belajar;
• Ada budaya sekolah yang positif dimana siswa memiliki rasa memiliki dan kebanggaan;
• Ada partisipasi yang tinggi dari orangtua dan keterlibatan masyarakat.

4. Fasilitas Surabaya Cambridge School
Fasilitas di Surabaya Cambridge School dilengkapi dengan ber-AC, fasilitas sekolah yang modern, maju infrastruktur TI, merangsang ruang kelas dan “Corners Learning”, serta fasilitas outdoor yang luas. Dengan fasilitas yang berstandar internasional dapat menyediakan lingkungan yang menyenangkan, merangsang kreativitas siswa dan aman untuk belajar, olah raga dan rekreasi. Keseimbangan Primer IQ dan EQ, Membangun Karakter, Kunjungan Perpustakaan.

5. Mata Pelajaran di Surabaya Cambridge School
Mata pelajaran yang ada di Surabaya Cambridge School antara lain :
Inggris, Cina, Matematika, Sains, Bahasa Indonesia, PKN, IPS, Musik, Seni dan PE.

6. Ekstrakurikuler di Surabaya Cambridge School
Ekstrakurikuler yang ada di Surabaya Cambridge School, diantaranya adalah :
Pendidikan kesehatan, Komputer , Math Club, Science Club, Glee Klub, Instrumental Club, Jurnalisme Club, Cina Club, Hip hop tari dan Wushu

C. Struktur Organisasi Sekolah
Struktur Organisai Surabaya Primary School

D. Keadaan Guru dan Staf Administrasi Sekolah
Total jumlah guru yang ada di Surabaya Cambridge School sekitar 16 guru, dengan rincian Pre School Teacher berjumlah 5 orang sedangkan Primary Teacher sekitar 11 orang. Untuk staf administrasi dari Surabaya Cambridge School berjumlah 4 orang.

E. Kondisi Siswa
Siswa dari Primary School berjumlah 82 siswa yang mana setiap kelas berisi ± 10 siswa.

F. Kondisi Sarana Prasarana
Surabaya Cambridge School mempunyai sarana prasana yang terdiri dari 7 kelas, ruang kepala sekolah dan kantor TU, ruang perpustakaan dan laboratorium komputer, ruang guru, ruang music, laboratorium IPA, kantin, toilet, mess, aula, pos satpam, dan ruang tunggu. Kelas yang teridi dari 7 ruang tersebut dibagi menjadi 2 kelas untuk P1, dan 1 kelas untuk P2-P6. Ruang kepala sekolah dan kantor TU yang bergabung menjadi satu, kantor TU yang ada di Surabaya Cambridge School ini gabung menjadi satu antara Pre School dan Primary School. Di Surabaya Cambridge School juga terdapat asrama yang diperuntukkan bagi guru-guru yang berasal dari luar negeri. Kemudian untuk perpustakaan dan laboratorium komputer berada satu ruangan.

G. Prestasi Sekolah
Selama ini Primary School belum pernah mengikuti kegiatan-kegiatan lomba yang ada di luar karena sekolah ini masih tergolong baru sehingga belum fokus untuk mengikuti lomba-lomba yang ada di luar sekolah, tetapi lebih berorientasi pada peningkatan kualitas proses pembelajaran secara internal.

BAB V
PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENGAMATAN

A. Paparan Data
1. Penataan sarana prasarana di Surabaya Cambridge School
Surabaya Cambridge School memiliki 12 ruangan yang diantaranya adalah:
a. Pos satpam
Pos satpam Surabaya Cambridge School terletak di depan sekolah dekat pintu gerbang sekolah.

b. Ruang tunggu
Ruang tunggu terletak di depan pintu masuk. Ruang tunggu ini disediakan untuk para orang tua yang sedang menjemput atau mengantar anaknya serta digunakan para tamu jika sedang menunggu. Di ruang tunggu ini juga terdapat satpam yang menjaganya.

c. Ruang Kepala sekolah
Ruang kepala sekolah berada dalam satu ruang dengan ruang TU tetapi disediakan ruang tersendiri untuk kepala sekolah.

d. Ruang TU
Penataan ruang TU menggunakan sistem terbuka karena tidak ada sekat-sekat di dalamnya.

e. Ruang Guru
Penataan Ruang guru atau biasa disebut dengan kantor guru menggunakan sistem terbuka di mana tidak terdapat sekat-sekat yang memisahkan anatara guru yang satu dengan guru yang lain. Masing-masing guru menggunakan satu meja dan satu kursi. Tujuan dilakukannya penataan sistem terbuka adalah untuk memperlancar komunikasi antara guru yang satu dengan yang lain.

f. Ruang kelas sebanyak 7 ruang yang dibedakan menjadi Primary 1 sebanyak 2 kelas, Primary 2, Primary 3, Primary 4, Primary 5, dan Primary 6.
Untuk ruang kelas ditata sesuai dengan guru yang mengajar. Konsepnya adalah bagiaman caranya agar murid bisa belajar dengan nyaman sehingga tempat duduk diatur sedemikian rupa agar suasana kelas bisa kondusif. Selain itu ruang kelas juga ditempeli dengan hasil karya dari murid-murid. Penataan ruang kelas seperti itu bertujuan untuk semakin menumbuhkan kreatifitas murid, meningkatkan tanggungjawab murid, memberikan motivasi serta bisa mendukung terciptanya suasana kelas menjadi kondusif.

g. Science room/ laboratorium
Untuk laboratorium sistem penataannya sudah sangat bagus dimana sarana prasarana yang berhubungan dengan laboratorium sudah di tata dengan sangat rapi.

h. Art and music room/ Ruang Musik dan Kesenian
Ruang ini digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler seperti hip hop tari dan instrumental club.

i. Perpustakaan
Untuk Perpustakaan tertata dengan sangata rapi dimana dibedakan antara buku masing-masing pelajaran. Perpustakaan di buat onsep full colour untuk mengimbangi jiwa anak-anak yang selalu ceria. Perpustakaan digabung dengan ruang computer.

j. Aula
Aula digunakan sebagai tempat pertemuan orang tua atau wali murid dan juga digunakan untuk kegiatan olahraga seperti senam.

k. Toilet
Toilet dibedakan untuk laki-laki dan perempuan. Toilet juga didesain dengan warna yang ceria mengikuti jiwa anak sehingga bisa mengimbangi psikolohis anak.

l. Mess
Mess digunakan untuk tempat tinggal guru-guru yang berasal dari luar negeri, misalnya dari Filipina.

m. Kantin
Terletak di lantai satu dan lantai dua, kantin yang berada di lantai satu menyediakan makanan ringan sedangkan kantin yang berada di lantai dua menyediakan makanan berat.

Berdasarkan hasil pengamatan, dokumentasi, serta wawancara dengan kepala Sekolah penataan sarana prasarana di Surabaya Cambridge School sudah tertata dengan sangat baik di mana luas ruangan disesuaikan dengan julah siswa. Perabot juga di tata dengan rapi sehingga membuat masing-masing ruang terasa nyaman. Ventilasi udara juga sudah bagus karena hampir di setiap ruang terdapat AC. Hanya di kantin, toilet, dan ruang tunggu yang tidak terdapat AC karena ventilasi sudah sangat baik di ruang-ruang tersebut.

2. Usaha-usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan penataan sarana dan prasarana di Surabaya Cambridge School.
Usaha-usaha yang dilakukan kepala sekolah sebagai leader dan manajer dalam sekolah adalah memberikan sosialisasi dan pemahaman terhadap sarana dan prasarana yang ada di Surabaya Cambridge School khusunya pada penataan sehingga tumbuh rasa memiliki dalam diri setiap warga sekolah.

B. Temuan Pengamatan
1. Penataan sarana prasarana di Surabaya Cambridge School
Dari penelitian ini dan berdasarkan pengamatan yang dilakukan maka terdapat hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan untuk dibahas lebih lanjut yaitu:
a. Penataan ruang guru yang terkesan sedikit rumit karena jarak antara meja yang satu dengan meja yang lain sangat sedikit.
b. Penataan perpustakaan dengan laboratorium computer yang dijadikan satu. Lebih baik jika bisa dibedakan anatar perpustakaan dengan laboratorium komputer.
2. Usaha-usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan penataan sarana dan prasarana di Surabaya Cambridge School
Dari penelitian ini dan berdasarkan pengamatan yang dilakukan maka terdapat hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan untuk dibahas lebih lanjut mengenai usaha usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan penataan sarana prasarana yaitu:
a. Kepala sekolah kurang dalam memberikan motivasi kepada setiap warga sekolah khususnya dalam hal penataan sehingga penataan hanay dilakukan oleh cleaning service.
b. Kepala sekolah kurang proaktif dalam mengajukan peningkatan sarana dan prasarana kepada yayasan karena kepala sekolah terlihat cenderung menerima semua keputusan dari yayasan khususnya terkait sarana dan prasarana.


BAB VI
PEMBAHASAN

A. Penataan Sarana Prasarana Di Surabaya Cambridge School
Di dalam teori mengatakan bahwa beberapa teknis yang berkenaan dengan bagaimana menata sarana dan prasarana pendidikan:
1. Tata Ruang dan Bangunan Sekolah
Dalam mengatur ruang yang dibangun bagi suatu lembaga pendidikan/sekolah, hendaknya dipertimbangkan hubungan antara satu ruang dengan ruang yang lainnya. Hubungan antara ruang-ruang yang dibutuhkan dengan pengaturan letaknya tergantung kepada kurikulum yang berlaku dan tentu saja ini akan memberikan pengaruh terhadap penyusunan jadwal pelajaran.
Jika dibandingkan dengan penataan sarana prasarana di Surabaya Cambridge School maka secara garis besar penataan ruang didasarkan atas asas keterjangkauan. Di lantai 1 terdiri dari ruang tunggu, ruang TU, ruang Kepala Sekolah. Di lantai 2 terdiri dari ruang kelas yaitu Primary 1 dua kelas, P2 sampai P6 masing-masing satu kelas, ruang guru, mess untuk furu luar negeri, laboratorium, kantin, dan toilet. Di lantai 3 terdapat perpustakaan yang digabung dengan ruang komputer.
Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah, maka dapat dikatakan bahwa penataan ruangnya memperhatikan asas keterjangkauan sehingga menjadikan kinerja Sumber Daya manusia di Surabaya Cambridge School menjadi efektif. Contohnya, ruang guru diletakkan di lantai 2 karena semua kelas juga terletak di lantai 2.

3. Penataan Perabot Sekolah
Tata perabot sekolah mencakup pengaturan barang-barang yang dipergunakan oleh sekolah, sehingga menimbulkan kesan kontribusi yang baik pada kegiatan pendidikan. Dalam mengatur perabot sekolah hendaknya diperhatikan macam dan bentuk perabot itu sendiri. Apakah perabot tunggal atau ganda, individual atau klasikal, hal yang harus diperhatikan dalam pengaturan perabot sekolah antara lain:
a. Perbandingan antara luas lantai dan ukuran perabot yang akan dipakai dalam ruangan tersebut
b. Kelonggaran jarak dan dinding kiri-kanan
c. Jarak satu perabot dengan perabot lainnya
d. Jarak deret perabot (meja-kursi) terdepan dengan papan tulis
e. Jarak deret perabot (meja-kursi) paling belakang dengan tembok batas
f. Arah menghadapnya perabot
g. Kesesuaian dan keseimbangan
h. Penataan perlengkapan Sekolah

1. Penataan ruang (ruang kelas)
Penataan sarana prasrana di Surabaya Cambridge School khususnya penataan perabot juga memperhatikan antara luas lantai dengan ukuran perabot karena pada masing-masing ruang terlihat penataan yang baik. jarak antara perabot yang satu dengan yang lain juga bagus terutama ruang kelas. Penataan ruang kelas di Surabaya Cambridge School sangat baik. tiap kelas memiliki konsep penataan yang berbeda karena setiap guru yang mengajar selalu memilih metode manajemen kelas yang disesuikan dengan tingkat perkembangan anak, cirri dan karakteristik pelajaran, serta kondisi dari ruang kelas.

2. Ruang guru
Di Surabaya Cambridge School terdapat satu ruang yang perlu adanya perbaikan penataan karena terlihat jarak antara perabot yang satu dengan perabot yang lain terlalu sedikit yaitu ruang guru.

3. Kantor guru
Penataan ruang kantor guru menggunakan sistem terbuka di mana tidak terdapat sekat-sekat didalamnya. Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah, penataan ruang kantor menggunakan sistem terbuka bertujuan untuk memperlancar komunikasi antara guru yang satu dengan guru yang lain sehingga kinerja akan lebih efektif dan hubungan antra teman sejawat juga terjalin harmonis.

4. Perpustakaan
Perpustakaan di Surabaya Cambridge School di desain secara lesehan dengan tujuan dapat memaksimalkan fungsi perpustakaan yaitu:
a. Fungsi edukatif
Di perpustakaan Surabaya Cambridge School disediakan buku-buku fiksi dan buku-buku non fiksi. Buku-buku fiksi terdiri dari beberapa buku cerita sedangkan buku nonfiksi terdiri dari buku-buku pelajaran. Penataannya juga rapi dibedakan anatra buku fiksi dan nonfiksi buku nonfiksi juga dibedakan lagi untuk tiap-tiap pelajaran. Dengan konsep tersebut, diharapkan murid-murid dapat belajar dperpustakaan baik secara mandiri maupun secara berkelompok.

b. Fungsi informatif
Perpustakaan digabung dengan ruang komputer sehingga murid-murid juga dapat mempergunakan komputer ketika di dalam perpustakaan. Dengan begitu murid-murid akan mendapatkan informasi yang lebih banyak.

c. Fungsi rekreatif
Dengan tersedianya bahan pustaka yang lengkap serta konsep perpustakaan yang didesain secara lesehan maka sangat menunjang murid-murid dalam belajar. Fungsi rekreatif perpustakaan pun dapat diwujudkan karena siswa dapat mengisi waktu luang dengan memperluas wawasan dengan membaca bahan pustaka di perpustakaan.

Penataan perpustakaan di Surabaya Cambridge School juga memperhatikan beberapa aspek yaitu:
a. Penataan perabot
Penataan perabot sangat disesuaikan dengan kondisi ruang. Rak-rak buku diletakkan menyandar di dinding. Terdapat televisi dan juga pajangan kata-kata sebagai perhatian siswa agar menjaga ketertiban di perpustakaan. Konsep perpustakan adalah lesehan tetpai di tengah-tengah juga terdapat meja dan kursi yang dapat dugunakan apabila murid-murid ingin belajra secara berkelompok. Untuk computer penataannya juga sangat baik dan aman karena kabel-kabel dan alat-alat yang berbhubungan dengan listrik juga terjaga keamanannya.

b. Penerangan
Penerangan di perpustakaan cukup baik karena cahaya dari luar bisa masuk ke dalam. Selain itu lampu yang dugunakan juga sesuai dengan luas ruangan. Warna cat yang digunakan cerah dan tidak silau jika mendapat pantulan cahaya, sehingga bisa disimpulkan bahwa penerangan di perpustakaan sudah sangat baik.

c. Udara
Karena terdapat ventilasi, maka udara yang masuk dan keluar dapat teratur dengan bai, di dalam perpustakaan juga terdapat AC sehingga ketika jendela ditutup udara di dalam juga terasa sejuk.

B. Usaha-Usaha Yang Dilakukan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Penataan Sarana Dan Prasarana Di Surabaya Cambridge School
Berdasarkan teori yang ada, kepala sekolah berperan sangat penting dalam melakukan peningkatan di bidang sarana prasarana khususnya dalam hal penataannya. Sebagai seorang leader, manajer yang memliki peran sebagai motivator maka kepala sekolah juga harus mampu memberikan motivasi kepada seluruh warga sekolah agar tercipta akuntabilitas baik kepala sekolah itu sendiri maupun untuk seluruh warga sekolah.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Surabaya Cambridge School maka kepemimpinan kepala sekolah khususnya untuk usaha-usaha yang dilakukan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Penataan Sarana Dan Prasarana memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan.
1. Kelebihannya antara lain:
a. Kepala sekolah membina hubungan baik dengan seluruh warga sekolah dan juga dengan orang tua/wali murid sehingga terjalin komunikasi yang baik untuk melakukan peningkatan kualitas sekolah khususnya di bidang sarana dan prasarana sekolah.
b. Memberikan sosialisasi kepada sluruh warga untuk mnciptakan kesadaran dalam melakukan peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
2. Kelemahannya antara lain:
a. Kepala sekolah kurang dalam memberikan motivasi kepada setiap warga sekolah khususnya dalam hal penataan sehingga penataan hanay dilakukan oleh cleaning service.
b. Kepala sekolah kurang proaktif dalam mengajukan peningkatan sarana dan
prasarana kepada yayasan karena kepala sekolah terlihat cenderung menerima semua keputusan dari yayasan khususnya terkait sarana dan prasarana.


BAB VII
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Penataan sarana dan prasarana yang ada di Surabaya Cambridge School secara umum sudah baik. Penataan ruang kantor atau ruang tata usaha menggunakan sistem terbuka begitu juga dengan ruang guru menggunakan sistem terbuka. Alasannya untuk memperlacar komunikasi antar staf atau guru yang ada di Surabaya Cambridge School, sehingga penataan sarana dan prasarana pada ruang kantor atau ruang tata usaha dapat membantu dalam efektifitas dan efisiensi pada saat bekerja.

B. SARAN
 Untuk ruang guru sebaiknya jarak antara perabot yang satu dengan yang lain diberikan jarak yang lebar agar terlihat rapi, sehingga tata ruang pada ruang guru dapat terlihat rapi.
 Hubungan antar kepala sekolah dengan warga sekolah dalam melakukan penataan sarana dan prasarana yang ada di Surabaya Cambridge School harus lebih ditingkatkan.
 Peningkatan kesigapan dan kesadaran kepala sekolah terhadap kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran pada Surabaya Cambridge School.
 Sebaiknya penempatan ruang komputer dipisahkan dengan ruang perpustakaan, karena penataan yang demikian dapat menghambat keefektifan kegiatan yang berlangsung pada ruang perpustakaan, begitu juga sebaliknya akan mengganggu kegiatan pembelajaran di ruang computer pada saat pembelajaran berlangsung.

DAFTAR RUJUKAN

Bafadal, Ibrahim. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah. Jakarta:Bumiaksara.

Dian.2008.Pengelolaan sarana Prasarana Pendidikan, (online), (http://dian75.wordpress.com/2010/08/05/arti-dan-ruang-lingkup-pengelolaan-sarana-dan-prasarana-pendidikan/ diakses 20 Oktober 2012)


LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Transkrip Wawancara
Interviewer : “selamat siang Miss”
Informan : “Siang.”
Interviewer : “mohon maaf bu, kami mengganggu. Sebelumnya kami
mengucapkan terima kasih karena kami sudah diberi kesempatan
untuk melakukan observasi di sekolah Ibu.”
Informan : “iya sama2.”
Interviewer : “iya, awal kami menginjakkan sekolah di sini, kami merasa takjub
karena sarana dan prasarana di sini sudah sangat baik. tapi
sebelum masuk ke sarana prasarana, kami ingin mengetahui
sejarah berdirinya sekolah ini sampai perjalannya sekarang Miss.”
Informan : “Surabaya Cambridge School berdiri sejak tahun 2004 yang
dimulai dengan berdirinya Pre Schoolyang terletak di daerah
satelit. Sekitar tahun 2010 tempat lama yang berada di daerah
satelit sudah tidak mampu menampung para siswa yang terus
bertambah. Kemudian yayasan mendirikan gedung baru yang
terletak di jalan Alam Sambi Tirta Barat III/2 Blok C3/B-1
tepatnya di perumahan Alam Galaxy Lontar sehingga pada tahun
ajaran baru Juli 2011 gedung baru tersebut sudah bisa digunakan.
Saat ini Surabaya Cambridge School sedang mempersiapkan
pendirian Secondary School.”
Interviewer : “apakah kami boleh melihat struktur organisasi sekolah ini Bu?”
Informan : “oh iya silahkan, akan kami berikan hardcopynya jika mau.”
Interviewer : “iya terima kasih bu. Oh ya di sini berapa jumlah gurunya bu?”
Informan : “di sini guru yang mengajar di primary ada 16 orang.”
Interviewer : “untuk staf administrasinya jumlahnya berapa bu?”
Informan :”staf administrasinya ada 4 orang”
Interviewer : “untuk muridnya sendiri jumlahnya berapa bu? Untuk masing
masing kelas berapa jumlah siswanya?”
Informan :”untuk muridnya berjumlah 82 murid. Masing-masing kelas antara
10 sampai 12 murid. Tapi saya mengkuota maksimal 20 murid”.
Interviewer :”prestasi apa saja yang telah di raih sekolah dalam bidang
akademik?
Informan :”untuk sementara ini belum ada prestasi yang diraih karena belum pernah
mengikuti lomba diluar. Yang sudah pernah mengikuti itu yang tingkat TK.”
Interviewer : “di bidang non akademik prestasi yang telah di raih sekolah apa saja bu?”
Informan :”dibidang non akademik pun belum ada prestasi yang diraih”.
Interviewer : “untuk ruangan yang ada di sekolah ini terdiri dari apa saja bu?”
Informan :” Surabaya Cambridge School mempunyai sarana prasana yang terdiri dari
7 Kelas yaitu Primary 1 terdiri dari 2 kelas, Primary 2 sampai Primary 6
masing-masing satu kelas, ruang kepala sekolah dan kantor TU, ruang
perpustakaan dan laboratorium komputer, ruang guru, ruang music,
laboratorium IPA, kantin,
toilet, mess, aula, pos satpam, dan ruang tunggu.”
Interviewer :”apakah ada denah sekolah? Jika ada apakaah kami boleh melihatnya?”
Informan :”untuk denah maaf belum ada, kami belum membuatnya”
Interviewer : “:bagaimana system penataan sarana dan prasarana di sekolah ini bu?
Informan :”penataan sarana dan prasarana di sekolah ini didasarkan pada asas
keterjangkauan dimana lantai 1 terdiri dariruang kepala sekolah yang
digabung dengan ruang TU, ruang tunggu, serta kelas untuk TK. Lantai
2 terdiri dari ruang kelas untuk SD atau primary, toilet, kantin, mess, dan
laboratorium. Untuk mlantai 3 terdiri dari perpustakaan yang digabung
dengan ruang computer, dan terdapat juga ruang seni dan music. Untuk
lantai 4 terdapat ruang keuangan. Untuk konsep penataan ruang kelas
disesusaikan dengan metode pengajaran yang digunakan oleh guru
sehingga setiap kelas memiliki konsep penataan yang berbeda.”
Interviewer : “untuk tata ruang kantor menggunakan system terbuka atau tertutup?”
Informan : “untuk tata ruang kantor menggunakan sistem terbuka.
Interviewer : “apa alasan Ibu menggunakan system tata ruang seperti itu?”
Informan : “Tujuannya adalah untuk memperlancar komunikasi antara guru yang satu
Dengan guru yang lain.”
Interviewer : “usaha-usaha apa sajakah yang Ibu lakukan untuk meningkatkan sarana
Dan prasarana terutama dalam penataannya?”
Informan :”sejauh ini yang saya lakukan hanyalah sosialisasi untuk melakukan
Peningkatan di bidang sarana dan prasrana. Selebihnya semuanya diurus
oleh yayasan dan biasanya ditata oleh cleaning service.”
Interviewer :” iya Miss, kami rasa cukup sekian, terima kasih banyak atas informasi
yang telah diberikan. Terima kasih juga atas kesempatan yang Miss
berikan sehingga kami bisa melakukan observasi, wawancara serta studi
dokumentasi mengenai sarana dan prasarana khususnya dalam hal
penataan”.
Informan :”iya sama-sama.”
Interviewer :” kami pamit Miss, selamat siang.”
Informan :”siang”.


2. Data-data Dokumentasi Sekolah

Gambar 1
Gedung Surabaya Cambridge School

Gambar 2
Sturktur Organisasi Primary of Surabaya Cambridge School

Gambar 3
Sertifikat registrasi di Cambridge International School

Gambar 4
Sertifikat Cambridge Primary School

Gambar 5
Ruang Tata Usaha

Gambar 6
Ruang Guru 

Gambar 7
Ruang Kelas Primary 1 (tampak luar)

Gambar 8
Ruang Kelas Primary 1 (tampak dalam)

Gambar 9
Ruang Kelas Primary 2 (tampak luar)

Gambar 10
Ruang Kelas Primary 2 (tampak dalam)

Gambar 11
Mading Kelas Primary 2

Gambar 12
Mading Kelas Primary 3

Gambar 13
Ruang kelas Primary 3 (tampak luar)

Gambar 14
Ruang kelas Primary 3 (tampak dalam)

Gambar 15
Ruang kelas Primary 4 (tampak luar)

Gambar 16
Ruang kelas Primary 5 (tampak dalam)

Gambar 17
Ruang kelas Primary 6 (tampak dalam)

Gambar 18
Laboratorium (bagian depan)

Gambar 19
Laboratorium (tampak samping)

Gambar 20
Laboratorium (bagian tengah)

Gambar 21
Ruang Seni dan musik

Gambar 22
Aula

Gambar 23
Perpustakaan (tampak samping kiri)

Gambar 24
Perpustakaan (tampak samping kanan)

Gambar 25
Ruang Komputer (tampak samping kanan)

Gambar 26
Ruang Komputer (bagian tengah)

Gambar 27
Kantin (bagian tengah)

Gambar 28
Kantin (tampak belakang)

Gambar 29
Tempat tissue

Gambar 30
Wastafel

Gambar 31
Toilet (tampak depan)

Gambar 32
Toilet

Gambar 33
Ruang Tunggu

Gambar 34
Tangga

Gambar 365
Mess

Gambar 36
Lorong

Gambar 37
Observer melakukan interview

Gambar 38
Observer melakukan interview

About riaade

Setiap orang mempunyai penilaian masing-masing
This entry was posted in Manajemen Sarana Prasarana. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s